• gambar
  • gambar

Selamat Datang di Website MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 BLITAR. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Kontak Kami


MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 BLITAR

NPSN : 20584136

Jl. PB. Sudirman 1 Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur


info@man2blitar.sch.id

TLP : 0342-693228


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 117192
Pengunjung : 40771
Hari ini : 17
Hits hari ini : 48
Member Online : 0
IP : 3.238.204.31
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Transformasi Pendidikan




Kita sudah hampir 2 (dua) tahun melaksanakan atau mengalami pembelajaran daring. Lalu mau diapakan pendidikan kita di masa pandemi ini. Solusi harus ada untuk mengatasi hal ini. Jangan kita sebagai guru terlena karena keadaan ini, guru harus tetap melanjutkan transformasi pendidikan kepada peserta didik. Oleh karena itu, guru harus mengeluarkan  kompetensinya sebagai sarana transformasi pendidikan dengan cara kreasi dan inovasi kepada peserta didik di era new normal. Bagaimana caranya?

Kita sebagai guru harus senantiasa bergerak dan menanamkan pikiran kita “Be Creatif Teacher”, jadilah guru yang kreatif. Sarana kreatif pembelajar daring yang direkomendasikan sudah banyak dari mulai Microsoft, rumah belajar, , banyak sekali. Semua  sudah direkomendasi oleh pemerintah. Sarana penyampaian pembelajaran juga tak kalah banyak, ada WhatsApp grup, Classroom, e-Learning yang paling mudah peserta didik diberi modul , PPT terus penugasan. Kita lihat  apa yang terjadi pada anak-anak. Mereka seperti melihat hantu. Mengapa? Jika setiap guru memberi penugasan yang harus diselesaikan peserta didik, maka tentu saja mereka meresa ketakutan dengan banyaknya tugas tersebut. Sementara target utama pendidikan di masa pandemi berkaitan dengan kualitas Pendidikan, sama sekali tidak berkaitan. Tidak sama sekali! Di masa pandemi ini kita tidak bicara lagi kualitas pendidikan. Sangat sulit, karena jauh dari target utama,  pendidikan sudah sangat berbeda dimulai sejak awal pandemi.

Kita coba simpulkan targetnya hanya dua, yang pertama keberlangsungan pendidikan  tetap berjalan, meski dengan keadaan seperti ini. Pendidikan tetap harus ada untuk anak-anak generasi. Kedua, kita selaku pendidik ataupun guru yaitu meningkatkan kualitas dan kompetensi guru. Kualitas kompetensi guru dalam pembelajaran terutama pembelajaran daring itu kita sebagai guru mau bagaimana? Kalau guru hanya menyamakan pembelajaran tatap muka dan pembelajaran daring, maka jelas tidak bisa disamakan. Bahkan pertemuan pembelajaran daring kekurangan waktu dan membosankan.

Saat pembelajaran daring guru tidak mungkin menyampaikan materi seperti ceramah saat tatap muka. Sehingga kita sebagai guru harus mengubah cara tersebut menjadi lebih efektif dengan memerhatikan ketersediaan waktu daring. Oleh karena itu perubahan pembelajaran dari tatap muka  menjadi daring adalah tempat penegasan materi, sedangkan pembelajaran di kelas daring hanyalah berupa pembahasan materi dalam bentuk tanya jawab, diskusi dengan peserta didik.

Kompetensi guru apa yang kita miliki dalam mengisi konten di gelas daring?  Hanya sekedar membuat grup kelas daring? Guru merasa sudah melakukan pendidikan era kekinian. Tentu tidak!  Guru bisa menggunakan  telegram, WhatsApp forum atau mungkin pakai forum Facebook. Silakan pilihan banyak! Hendaknya guru melakukan dengan optimal. Guru bukan saja hanya memberikan PPT, melainkan lebih dari itu, ada Quizizz, Kahoot, Quiz Maker, dan sebagainya.  

Permasalahan lainnya kondisi nyata peserta didik karena sering terjadi kalau susah sinyal. “Bagaimana di tempat saya sinyal susah, Bu?”. “Kuota saya terbatas Pak!” serta kondisi nyata lainnya di lapangan. Namun, semoga saja kondisi nyata seperti ini  hanya sedikit. Sementara itu kondisi nyata lainnya terjadi kalau saat pembelajaran tatap muka diskusi bisa dilakukan di kelas, bisa merangkum, mengerjakan latihan soal terus dibahas bersama. Namun kali ini pembelajaran daring karena keterbatasan waktu maka saat pertemuan guru dan peserta didik melakukan tanya jawab materi. Materi yang akan dibahas diberikan 3-4 hari sebelum pembelajaran dimulai, baik berupa video, PPT, Voice Note, maupun PDF, dan sebagainya. Selain itu diskusi kelas juga bisa digunakan untuk menemukan jawaban yang paling benar, berdasarkan pendapat dari para peserta didik yang dikuatkan oleh pendapat guru.

Saat guru memberikan materi berupa video atau yang lain, maka peserta didik harus mencatat poin penting, membuat pertanyaan, sehingga ketika pertemuan daring   guru tidak lagi menerangkan konsep dari materi tersebut. Jadi guru yang awalnya  mengajar manual, sekarang mengajar dalam bentuk video. Guru sudah menyediakan videonya di classroom 3/4 hari sebelumnya. Ketika itu anak diminta untuk menonton menggunakan media sosial. Silakan mau pakai YouTube. Muncul kendala lainnya Youtube boros kuota maka media lainnya juga bisa. Kemudian kirim ke WhatsApp grup secara offline akan jauh lebih baik, misalnya video penjelasan itu bisa dibuat menjadi PDF yang bisa dibagikan secara offline.

Apapun yang dipakai guru saat pembelajaran daring tentunya guru harus tahu  fitur-fitur yang ada di dalam konten tersebut, baik Google Classroom, E-Learning, atau apapun. Jangan sampai guru tidak tahu itu. Tentu kompetensi guru harus selalu diupdate agar terus mengikuti kemajuan informasi teknologi sesuai perkembangan zaman. Nah,  pengembangan kompetensi guru menjadi hal terpenting dalam pembelajaran, apalagi di masa pandemi ini. Buatlah video pembelajaran yang paling ringan dulu sesuai kemampuan, sambil berjalan tentu dengan sendirinya akan berubah menjadi sajian yang lebih baik. Apalagi Google menyediakan berbagai template animasi, interaktif untuk keperluan PowerPoint pembelajaran.

Setelah guru menyiapkan penyampaian materi berupa PowerPoint, maka jangan lupa harus ada suara guru di dalam video tersebut. Tidak lengkap, hanya sekedar memberikan PowerPoint di grup WhatsApp atau apapun di kelas daring. Hal ini hanya melayani anak-anak dengan satu tipe pembelajar yang suka dengan tipe belajar membaca teks, sedangkan ada anak-anak yang suka dengan audio visual jelas belum terlayani. Oleh karena itu PowerPoint-nya harus diubah menjadi bentuk media video pembelajaran.  Dalam video itu nanti akan muncul audio dan visual, ada suara guru di saat menjelaskan materi pembelajaran muncul juga wajah/muka guru. Hal ini seperti melihat peserta didik. Sebaliknya peserta didik juga merasa melihat gurunya sedang mengajar. Apalagi ada tulisan tangan dari guru atau pendidik.  Tulisan tangan yang dituliskan  di PowerPoint, bisa menggunakan kursor atau kalau ingin lebih bagus menggunakan pen tablet yang bisa dijadikan seperti papan tulisnya.  

Media video pembelajaran PowerPoint yang telah berisi coretan guru  bisa diubah menjadi bentuk PDF. Kemudian hasil PDF itu bisa dibagikan kepada peserta didik yang minim kuota/sinyal. Jadilah sebagai bahan belajar anak-anak yang tentu akan jauh lebih mudah dipahami daripada hanya sekedar membaca PowerPoint atau PDF, atau modul, karena di situ sudah ada unsur tulisan tangan guru sedang menjelaskan materi.

Jangan mau kalah sama kemajuan teknologi digital yang sekarang marak, mulai dari penjual bakso, penjual rujak, hingga rumah makan terkenal ramai-ramai menggunakan layanan online untuk memudahkan transaksi jual beli ini. Prinsipnya kan sama saja adanya transformasi dari konsep jual beli manual (pembeli harus datang kepada penjual) berpindah menjadi digital (penjual yang mengantarkan dagangannya melalui kurir berdasarkan pesanan pembeli/pelanggan). Transformasi ini bisa juga diterapkan dalam pembelajaran daring dengan segala kemudahan fasilitas yang dimiliki guru kepada peserta didik. Transformasi ilmu yang diberikan guru menjadi lebih maksimal dan bermanfaat buat peserta didik. Mudah bukan? Mari kembangkan kompetensi guru dengan maksimal. Jangan merasa senang dengan keadaan di posisi paling aman dan nyaman seperti saat ini. Bantuan kuota dari madrasah hendaknya bisa memicu guru lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan pendidikan demi masa depan generasi penerus bangsa. (Soen)

 

Salam literasi.

Blitar, 31 Juli 2021




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :

Pengirim : oetonewei -  [kevugiabi@egiuz.fodiscomail.com]  Tanggal : 12/09/2021
<a href=http://slkjfdf.net/>Uimeki</a> <a href="http://slkjfdf.net/">Uqifeho</a> yxj.rlly.man2blitar.sch.id.cfv.wm http://slkjfdf.net/

Pengirim : azjipafahib -  [ikaruxa@egiuz.fodiscomail.com]  Tanggal : 12/09/2021
<a href=http://slkjfdf.net/>Apusoviya</a> <a href="http://slkjfdf.net/">Eihujled</a> adj.afts.man2blitar.sch.id.ehi.xr http://slkjfdf.net/


   Kembali ke Atas