• gambar
  • gambar

Selamat Datang di Website MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 BLITAR. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Kontak Kami


MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 BLITAR

NPSN : 20584136

Jl. PB. Sudirman 1 Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur


info@man2blitar.sch.id

TLP : 0342-693228


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 61759
Pengunjung : 19732
Hari ini : 17
Hits hari ini : 161
Member Online : 0
IP : 3.235.85.115
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Siapkan Generasi Emas Melalui AKSI




 

                                                                      Oleh: Soendari, S.Pd.

            Rangkaian acara Sosialisasi Pelaksanaan Asessment Kompetensi Minimum (AKM) telah diselenggarakan pihak MAN 2 Blitar dengan lancar meski dilakukan dengan cara daring melalui Zoom Meeting. Namun tak mengurangi pemahaman penjelasan yang disampaikan oleh Kasubdit Kurev. Direktorat KSKK Kementerian Agama RI Bapak Dr. Ahmad Hidayatullah, M.Pd. Sosialisasi ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 5 September 2020 yang diikuti oleh seluruh guru MAN 2 Blitar beserta kepala madrasah se-KKM dan ikut bergabung juga kepala MTsN 8 Blitar serta kepala madrasah swasta lainnya. Tepat pukul 08.00 selaku pembawa acara Bapak M. Samsul Arifin, S.PdI mengawali acara sosialisasi dengan memberikan kesempatan kepada Bapak Drs. Ahmad Zubaidi, M.Si, selaku kepala MAN 2 Blitar untuk memberikan sambutan. Beliau menegaskan bahwa acara ini diselenggarakan dalam rangka memperbaiki proses pembelajaran menjadi semakin baik. Pelayanan kepada peserta didik menjadi lebih baik, berkualitas, dan berakhlaqul Kharimah.

            Sambutan  dilanjutkan Bapak Drs. Hamim Tohari, M.Pd. selaku Kasi Mapenda Kemenag Kab. Blitar. Beliau berharap “Mudah-mudahan penjelasan dari sosialisasi ini dapat memberikan hasil yang akurat, kebenarannya tidak diragukan lagi karena yang menyampaikan langsung dari sumber yang akurat pula”. Sekaligus pembukaan acara sosialisasi dilakukan oleh beliau.

            Berikutnya inti acara yaitu sosialisasi pelaksanaan AKM disampaikan langsung oleh Bapak Ahmad dengan penuh semangat agar tidak terjadi kesalahpahaman tentang AKM. Lebih jauh beliau menjelaskan bahwa sebelum istilah AKM muncul, kementerian agama telah memunculkan istilah AKSI, yaitu Asessement Kompetensi Siswa Indonesia. Tak jauh berbeda dengan istilah itu antara AKSI, AKM, dan AN (Asessment Nasional) merupakan sebuah pengukuran kemampuan setelah proses belajar yang dilakukan oleh peserta didik. Mungkin istilah tersebut nantinya akan berganti lagi. Namun inti maknanya adalah sama.

            Persiapan untuk menghasilkan peserta didik yang mampu berkompetisi dan memiliki kemampuan menyelesaikan tantangan zaman. Perlunya disiapkan mental yang kuat, iman yang teguh, kondisi dan pikiran yang baik pada peserta didik, sehingga pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dapat tercipta. Kualitas iman yang kuat, taqwa dan memiliki hubungan yang baik dengan sesama manusia memungkinkan SDM unggul sebagai generasi emas akan terwujud.

            Perlunya sebuah pengukuran yang akuran berupa AKSI/AKM sebagai wujud dari usaha perbaikan pembelajaran menjadi lebih baik dengan mendiagnosa dan merevisi sistem pembelajaran yang kurang. Asessment akan dilakukan dengan 2 (dua) jenis, yaitu assessment kelas dan assessment nasional. Asessment kelas dilaksanakan pada proses dan hasil belajar setiap individu peserta didik, sedangkan assessment nasional untuk mengevaluasi sistem yang kurang/pas/lebih.

            Hal yang diukur dalam AKSI/AKM, yaitu kemampuan membaca, kemampuan menghitung, kemampuan menanggapi sebuah fenomena alam (sains), dan kemampuan menghadapi problematika sosial budaya. Uji kompetensi tidak lagi pada bentuk pilihan ganda saja tetapi bisa bervariasi. Kalimat pernyataan pada soal juga tidak saja bentuk yang sederhana, tetapi bisa menggabungkan ketreampilan membaca, logika berpikir, dan hitungan angka. Dengan bentuk soal yang bervariasi maka  khasanah pengetahuan peserta didik  pun menjadi semakin berkembang. Akhirnya penilaian pun tetap dilakukan oleh madrasah/sekolah tersebut, tidak lagi ada pembuatan soal bersama, tetapi semuanya diserahkan kepada masing-masing madrasah/sekolah.

            Materi akhir disampaikan mengenai pola pikir untuk masa depan. Terdapat 5 (lima) poin agar peserta didik dapat menyaring rayuan, gangguan dari luar agar tidak mudah terpengaruh, yaitu mampu berkreatif, mampu mengevaluasi, dan menganalisa setiap permasalahan yang terjadi. Ketiganya ini menggunakan cara berpikir tingkat tinggi (HOTS), sedang kedua poin berikutnya adalah mampu mengingat dan mengaplikasi adalah cara berpikir tingkat rendah (LOTS).

            Sebelum acara penutupan sosialisasi diselesaikan ada beberapa pertanyaan dari peserta bagaimana mendiagnosa peserta didik yang memiliki jumlah peserta relatif banyak di tiap kelasnya. Ketepatan penjelasan dari Bapak Ahmad memberikan pemahaman kepada peserta sosialisasi menjadi semakin jelas. Pada tahun 2021 AKM ini akan diujicobakan di tingkat kelas 5 MI terlebih dahulu. Setelahnya akan dilakukan revisi dari berbagai aspek pengukuran dan penilaian hsil belajar. Berakhir dengan pembacaan doa oleh Bapak Fathurohim, MA tepat pukul 12.00. Semoga sosialisasi ini dapat membawa manfaat.

Blitar, 5 September 2020 Salam literasi



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :

 

Komentar :


   Kembali ke Atas