Blitar, 29 Oktober 2026 — Ekstrakurikuler/PD Tari Gandes Pamantes MAN 2 Blitar turut ambil bagian dalam ajang Museum Penataran Expo 2026 yang diselenggarakan di Diorama Penataran pada hari ini, Rabu, 29 Oktober 2026. Acara yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tanggal 29–31 Oktober 2026 ini diikuti dengan antusias oleh para pelajar dari tingkat SMA, SMK, dan MA di wilayah Blitar melalui kegiatan tari Ledhek Jimbe bersama-sama.
Selain penampilan tari Ledhek Jimbe, rangkaian expo ini juga dimeriahkan dengan kegiatan belajar bersama cagar budaya dan museum serta pertunjukan barongan kucingan yang diikuti oleh siswa-siswi tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Blitar.

Mengenal Lebih Dekat Tari Ledhek Jimbe
Tari Ledhek Jimbe (atau Tledek Jimbe) merupakan tarian pergaulan tradisional khas Blitar yang berakar dari Desa Jimbe, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Kelestarian seni ini tidak terlepas dari peran besar Ibu Sukarmi, seorang maestro sekaligus seniman generasi kedua yang mewarisi darah seni langsung dari almarhum ayahnya. Selama puluhan tahun, beliau konsisten melestarikan tarian ini dan menciptakan inovasi gerakan khas yang disebut Tari Gambyong Srampat Tayub, yang kini menjadi identitas budaya kebanggaan masyarakat Jimbe.
- Tata Busana Tayub
- Busana Perempuan: Pada masa lalu, penari tayub perempuan tampil tanpa alas kaki dengan mengenakan jarik, kemben, serta sampur atau selendang. Seiring perkembangan zaman, busana ini mengalami penyesuaian dengan penggunaan alas kaki berupa arik serta kebaya.
- Busana Laki-Laki: Dahulu, penari laki-laki tidak menggunakan alas kaki serta mengenakan jarik dan beskap atau sorjan. Pada pertunjukan malam, mereka biasanya mengenakan kemplengan atau udeng seperti penari remo, atau menggunakan blangkon. Uniknya, sorjan yang digunakan tidak memiliki kerong (tempat keris) di belakang, karena seorang seniman saat menari tidak perlu membawa senjata seperti keris.
- Tata Rias Wajah dan Hairdo
- Rias Wajah: Pada masa lalu, riasan wajah penari tayub tergolong sederhana tanpa menggunakan eyeshadow, melainkan hanya mengandalkan bedak, lipstik, dan pensil alis. Kini, bentuk riasan disesuaikan menjadi rias cantik yang selaras dengan warna busana penari.
- Sanggul (Hairdo): Jenis sanggul yang digunakan adalah sanggul Jawa (bukan sanggul tekuk). Jika dahulu aksesori sanggul menggunakan bunga asli, saat ini penari menggunakan susuk sanggul, keket, dan melati. Perlu diketahui bahwa keket merupakan aksesori sanggul yang menjadi ciri khas penari ledhek Jimbe.
Museum Penataran Expo 2026 — melestarikan budaya lokal, memperkuat identitas bangsa melalui seni tradisional.
